Islamic Widget

Kamis, 22 Juli 2010

TAUHID

Dasar - Dasar Tauhid :

Tauhid [ta-ahad ] adalah meng-Esa-kan .

Tauhid merupakan basic atau dasar dari Iman [ percaya ].

Ikrar Tauhid :

Kalam - kalimah tauhid :
"la ilaha ilalloh "
[ tak ada tuhan selain Allloh ].

Pada Ikrar tauhid ada 3 sendi yang harus dipenuhi :
a. Ikrar diucapkan dengan lidah.
b. Ikrar disepakati dan dibenarkan oleh hati [ khalbu].
c. Ikrar dilaksanakan dlm perbuatan keseharian.

Lidah dimagsut adalah sarana bertutur kata /berkomunikasi.
Pada insan - manusia biasa memiliki 3 jenis Lidah.
a. Lidah yang berada di rongga mulut.
b. Lidah yang berada di dalam Aqal.
c. Lidah yang berada di dalam Hati [ qalbu ].

Lidah di dalam Aqal dan di dalam Hati disebut Lidah batin sehingga ucapan yang ada disebut " bacaan dalam hati " atau " Kata Batin ".

Allloh swt Yhang Maha Esa adalah AHAD atau Esa dalam Segalanya , untuk memahami adanya ke-Esa-an tersebut , kita dapat mengetahui dengan memperhatikan apa yang telah diciptakannya , seperti alam semesta dan isinya ini :

Setiap Ciptaan Allloh swt memiliki 4 azas meliputi , Wujud ciptaan [ Dzat ] , Kriteria [Sifat] , Nama [ Asma ] , Dinamika gerak-diam / perbuatan [ Af'al ].

Keempat [4] Azas itu menjadi Azas Tauhid :

1. Tauhid Af'al : Mengesakan Perbuatan.

2. Tauhid Asma : Mengesakan Asma [Nama ]

3. Tauhid Sifat : Mengesakan Sifat.

4. Tauhid Dzat : Mengesakan Dzat.



1. Tauhid Af'al [ perbuatan ].
Perbuatan adalah segala dinamika gerak dan diam baik yang nampak nyata dipandang mata maupun yang tidak nampak dipandang mata.

Contoh perbuatan atau gerak / diam yang nyata : adalah perbuatan badan / batang tubuh dari manusia,hewan,tumbuhan.

Contoh perbuatan yang tidak terpandang mata : gerak energi ,pada nafas [ angin ], gerakan/perbuatan fikiran , perbuatan hati.

Tauhid Af'al menuntun seseorang untuk mengetahui bahwa semua jenis gerak dan diamnya mahluk baik yang nyata maupun tersembunyi adalah digerakkan oleh daya enargie yang telah diberikan oleh Allloh swt ,tak ada satu gerakan tanpa energi Allloh swt..

Energi sebagai sumber daya telah diciptakan untuk keperluan dinamika hidup seluruh mahluk sekalian alam , sepantasnya jika mahluk itu mensyukuri adanya anugerah ini kepada Allloh swt Sang Maha Pencipta.



2.Tauhid Asma :
Asma [ nama ] pada awal mulanya telah diajarkan kepada n.Adam.as ,keberadaan nama adalah untuk menandai , menyebut dan memanggil sesuatu termasuk Allloh swt Yang Maha Mengetahui dan Sumber [ Pancer ] awal mula keberadaan sebuah nama.

Al Qur'an sebagai dasar hukum menjelaskan sbb :

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” ( QS. Al Baqarah 031 ).

Asma'[ nafas ], untuk dapat menyebut sebuah nama diperlukan adanya nafas , nafas adalah keluar dan masuknya hawa / udara kedalam rongga pernafasan.

Bagi mahluk bernafas memerlukan oxigen atau udara yang telah disediakan di alam semesta ini oleh Allloh swt Sang Maha Pencipta.

Tauhidul asma ; menuntun seseorang untuk mengetahui dan memahami bahwa tiada satu namapun di alam semesta yang tidak berasal dari Allloh swt , pengertian kata singkat-pintas nya adalah " tiada nama melainkan nama Allloh " , wa awwalu wa akhiru [ dari mulai awal adanya sampai akhir dari yang tersebut terjadi karena Allloh swt ].



3. Tauhid Sifat :
Semua mahluk dialam semesta baik itu manusia , jin , malaikat ,hewan flora fauna dan gugasan bintang - galatica memiliki sifat tersendiri sesuai dengan keadaan sewaktu diciptakan . Dia Yhang Maha Pencipta telah menciptakan Manusia sebagai Insan agama dilengkap dengan sifatnya , dengan adanya sifat yang ada didalam diri manusia itu maka manusia dapat beribadah dan berbuat sesuatu di Dunia.

Diantara sifat yang telah terprogram dalam hidup manusia adalah :

a. Sifat yang diberikan dengan pemberian sifat itu manusia dapat memiliki cita-cita,hasrat,dan keingian atau kehendak disini disebut
"Sifat Kehendak [ Karsa ]" , atau disebut " Iradat".

b. Sifat yang diberikan dengan pemberian sifat itu manusia dapat memiliki tenaga untuk menggerakkan kemauan dan seluruh organ tubuhnya dan keluar dari pintu rahim ibu yang mengandungnya , sifat ini disini disebut "
Sifat Tenaga " atau disebut " Qodrat"

c. Sifat yang diberikan dengan pemberian sifat itu manusia dapat bernafas dan merasakan segala sesuatu selama hidup didunia , sifat ini disini disebut
" Sifat Rasa " atau disebut " Hayat ".

d. Sifat yang diberikan dengan pemberian sifat itu manusia dapat mengetahui ,
mengerti dan memahami segala sesuatu selama hidup didunia , sifat ini disini disebut " Sifat Pengetahuan " atau disebut " Ilmu ".

e. Sifat yang diberikan dengan pemberian sifat itu manusia dapat mendengarkan suara suara yang ada dan didapati selama hidup didunia , sifat ini disini dosebut
" Sifat Pendengaran " atau disebut " Samak ".

f. Sifat yang diberikan dengan pemberian sifat itu manusia dapat melihat segala sesuatu selama hidup didunia , sifat ini disini dosebut
" Sifat Penglihatan " atau disebut "Bashor ".

g. Sifat yang diberikan dengan pemberian sifat itu manusia dapat berbicara / berkata-kata sehingga dengan itu dapat berkomunikasi selama hidup didunia , sifat ini disini dosebut
" Sifat Perkataan " atau disebut " Kalam ".

Jadi jelas bahwa setiap manusia memiliki sifat bawaan yang diberikan sejak lahir yang sama asal usulnya walaupun ada bagian tubuh yang berbeda bentuk penampilannya.

Dalam tauhid selanjutnya ketujuh anugerah ini harus dapat dijaga dirawat dalam satu wadah dalam diri manusia sehingga tidak nglambrang atau berserakan sehingga terkontaminasi oleh virus hawa-nafsu.

Menyatukan [ mentauhidkan ]sifat dalam diri inilah yang sebenarnya esensi dari
Manunggal .

Tetap tegak teguhnya sifat didalam wadah penyatuan diri ini disebut "
Wahdaniyah".

Kalam tauhid sifat :
tiada sifat bagi manusia selain sifat dari Allloh swt Yhang Maha Pencipta .


4.Tauhid Dzat :
Dzat adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allloh swt Yang Maha Pencipta . Pada Dzat itulah adanya Sifat , Asma dan Af'al.

Pada Alam semesta terdapat 4 unsur dzat :
a. Dzat Padat seperti , tanah , batuan dan partical lainnya.
b. Dzat Cair seperti air dan hydrogen dan sebagainya.
c. Dazt Udara seperti angin , oxigen dan sebagainya.
d. Dzat Panas seperti Api dan sejenisnya.

Masing masing dzat memiliki sifat , asma dan af'al sebagai mana dijelaskan diatas.

Manusia sebagai mahluk yang sempurna memiliki komposisi dzat yang paling lengkap diantara mahluk hidup lainnya.

" Tiada dzat pada mahluk melainkan Dzat dari Allloh swt Yang Maha Suci.



Tauhid & Pancasila.

Kalam tauhid " tiada tuhan selain Allloh " bukanlah berarti harus menolak adanya Sila yang pertama [ Ketuhanan Yang Maha Esa ].

Harus dipahami orang bertauhid sebagai warga Negara KRI justru diuntungkan oleh Azas Pancasila , karena sesungguhnya dibalik makna tauhid yang menempatkan Allloh swt sebagai Yang Memiliki Kemahaan itu dapat ditemukan dengan menelusuri keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.

Sehingga mempermudah menemukan nafyu - itsbat dalam bertauhid.
Nafinya Tuhan adalah Isbatnya Allloh ...jika Tuhan tidak nafi maka Allloh juga tidak isbat hal ini sesuai dengan " la ilaha [ nafyu ] ilalloh [ itsbat ].
Kedua hal [ an-nafyu & al-itsbat ] menjadi rukun kalam Tauhid, dimana an-nafyu [penidaan tuhan / la ilaha] dan al-itsbat [ penetapan /ilallah].


Syarat Tauhid :

1. Tahu Makna , sebagaimana dalil berikut ;

Ketahuilah bahwa tiada tuhan yang hak melainkan Allloh
(QS.Muhammad 19)

2. Yakin , bahwa yang mengikrarkan kalimah tauhid harus yakin dengan makna yang diungkapkan kalimah tersebut ,keraguan akan tidak membawa manfaat baginya.

Sesungguhnya orang yang beriman hanyalah orang yang beriman kepada Allloh dan Rasulnya kemudian mereka tidak ragu-ragu.
[ QS.Al Hujurat 15]

3.Qabul , menerima dengan melaksankan ibadah hanya pada Allloh saja.

4.Inqiyat [ patuh ] terhadap ikrar tauhid dengan sepenuh makna.

5.Shidg [ jujur ] merupakan keadaan hati yang benar dlm tauhid.

6.Ikhlas , senantiasa menjaga tauhid dari syirik.

7.Mahabbah [ cinta ] pada ikrar janji tauhid dan orang yang berikrar yang sama kecintaan pada Allloh mendasari ibadah dan motivasi hidupnya,


Wallohus salam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar