Islamic Widget

Minggu, 01 Agustus 2010

Sujud


Rukun Sholat ke 7 adalah Sujud , termasuk dalam Rukun Fikli [Rf ] dengan formulasinya :

Rf = Ak> I + Q

Mufakat Akal pada Kehendak [I] dan lebih mufakat kepada Enerji [Q] , kenapa disebut mufakat yang lebih pada Enerji , perhatikan gerakan yang terjadi ketika dari berdiri sampai ke Sujud [ bertemunya kening , tapak tangan , lutut dan ujung jari kaki dengan tanah memerlukan Enerji yang cukup banyak untuk dapat bergerak dengan seimbang ].
"Wahai orang-orang yang beriman! rukuklah dan sujudlah kamu kepada Tuhan kamu(Allah) dan perbuatlah kebaikan mudah-mudahan kamu mendapat kejayaan". (Surah Al-Hajj ayat: 77)
Posisi Sujud sesuai rumus = 7+1 , dimana 1 tubuh + tujuh anggota tubuh [ 1 kening , 2 tapak tangan ,2 lutut , 2 tapak kaki ].
Delapan kesatuan bertemu dengan Bumi pertiwi , sebagaimana dilakukan Malaikat pada Adam dan Musa di Bukit tursina , menjadi khabar bahwa Sujud adalah perilaku orang yang memiliki derajah tinggi pada Ilahi.

Sujud bukanlah menyembah seperti banyak tafsiran , Sujud adalah perilaku Dzat diri yang tidak mau tertinggal dalam Ibadah , ketika Ruh Sholat menghadap pada Ar-Ruh yang Maha Suci maka Dzat diri menghadap kepada Bumi sebagai tanda kembali pada fitroh kejadian diri.

Persaksian ini tersirat dalam kalam sujud Kanjeng Nabi saw :
" Wahai Allloh , Aku serahkan sujudku pada-Mu ,dan Kepada Mu aku percaya , kepada-Mu aku berserah diri , kepada-Mu tawakalku , wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakanku , dan membentuknya maka baguslah bentuknya dan yang telah menjadikan diriku mendengar dan melihat , Maha Suci Allloh sebaik - baiknya Pencipta" [HR. Muslim & Abu Uwanah ].

Jika disimak dari Hadts tersebut didapatkan :
1. Menyerahkan Sujud [ Takluk dalam Af'al ]
2. Ber- Iman [ percaya padaNya ].
3. Islam [ berserah diri ].
4. Tawakal [ tertip / Ihsan ].
5. Menyadari Kejadian diri [ silsilah Dzat ]
6. Bersaksi [ mendengar dan melihat ]
7. Membenarkan kesaksian.[ pada penciptaNya]

Dalam hal ini jelas sekali adanya sebuah perjalanan panjang seorang hamba [yang diperjalankan ] pada prosesi kehambaan / peng-Abdian.

Berawal dari takluk perbuatan kepadaNya maka disanalah adanya Iman [percaya ] takluk perbuatan itu juga disebut dengan nafinya Af'al , nafinya af'al digantikan oleh Syariat hati [ Iman ] dan pada syariat hati itu adanya syariat diri [ Islam ] pada syariat diri itu juga adanya tertib melaksanakan syariat [ tawakal - Ihsan] .

Pada Ihsan itu terurai kejadian wujud dzat diri , dari Ilmu - Nur - Syuhud , Hamba / abdi itu menyaksikan sendiri kehambaannya dari mulai wujud Ilmu - wujud Nur - wujud Syuhud sampai Wujud Pribadi , maka atas kesaksian ini abdi membenarkan pada Sang Maha Pencipta.

Sekali lagi sebagai bukti bahwa Islam itu adalah AGAMA SAKSI ...karena semua peristiwa itu adalah sunah Nabi ..... bagi para ahli sunah tentu hal tersebut juga dialami , menjadi hamba yang diperjalankan , bukan sebagai hamba yang jalan-jalan.

Didunia ini sangat banyak hamba jalan-jalan tapi sangat sedikit hamba yang diperjalankan , sebagaimana temuan pertama nafinya af'al seakan menjadi syarat bagi hamba yang diperjalankan .

Peristiwa dulu ketika kejadian Adam ,hanyalah Ablasa [ iblis ] yang tak tunduk sujud pada Adam , memberi isyarat dan nasehat , sesungguhnya
orang yang berperilaku kebablasan [ ablasa ] dalam alam fikir / alam api yang tidak dapat Sujud dengan benar , karena ia mengingkari pada adanya sebuah kejadian , Iblis ternyata juga pelupa bahwa kejadian Adam itu tercipta oleh Kehendak Yang Maha Suci ...Maka terusirlah golongan yang kebablasan ini dari Surga Kesucian Adam.

Iblis atau Ablasa adalah berasal dari panasnya bara api [ Jelaga ] maka ia tidak dapat dilihat dengan mata , adanya iblis adalah pada Rasa panas maka iblis dan syetan itu dekat dengan perasaan seseorang , dekatnya dengan manusia adalah kemauan iblis yang telah diberi tangguh , maka waspadalah kepada siapa saja yang belum berhasil menundukkan rasa dalam diri , waspada jangan sampai golongan ablasa justru menguasai diri karena jika sampai ini terjadi sungguh satu kerugian yang besar.

Mari benarkan dan tertibkan sujud :

QS ASy Syu'araa' 217 -218-219

Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang , Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk Sholat ), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

SUBHANAA RABBIYAL A'LAA
" MAHA SUCI TUHANKU YANG MAHA LUHUR "
[ HR.Achmad , Ibn Majah]


Aku diperintah (oleh Allah) bahawa aku sujud di atas tujuh anggota, di atas dahi dan diisyarat dengan tangannya di atas hidungnya,dan dua tangan dan dua lutut dan perut-perut anak jari dua kaki. (Hadis Muttafaqun Alaih)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar